Laman

Jumat, 02 Maret 2012

Sasuke Shippuden ?? :/

Kalo Naruto Shippuden Agan sekalian pazsti sering banget denger.TAPI kali ini fans Sasuke g mau kalah,mereka membuat Anime mereka sendiri dan judulnya "SASUKE SHIPPUDEN".Bahkan udah dibuat nih Openingnya,

Hahahaha :D ,ada ada saja yach,fans sasuke ...
oiaa ini g asli lho,mungkin hanya iseng-iseng para fans Sasuke,tapi mungkin juga Om Kishimoto akan membuat Sasuke Shippuden asli :)


MAAF Kalo ada kesalahan,karena saya juga masih Newbie dalam dalam hal posting-memposting ..
yang penting AGAN sekalian senang mengunjungi Blog saya. :D

Kamis, 01 Maret 2012

Lagu OST Naruto Shippuden "Closer"

Bagi Naruto Lovers yang penasaran gimana "sih,lirik lagu Closer ?"
Tenang saja saya akan bagi-bagi liriknya ..
INI DIA :
Michika ni aru mono


Tsune ni ki wo tsuketeinai to

Amari ni chikasugite

Miushinatte shimaisou



Anata ga saikin taiken shita

Shiawase wa ittai nandesu ka?

Megumaresugite ite

Omoidasenai kamo!



Ima koko ni iru koto

Iki wo shite iru koto

Tada soredake no koto ga

Kiseki dato kidzuku



Michika ni aru mono

Tsune ni ki wo tsuketeinai to

Amari ni chikasugite

Miushinatte shimaisou



You know the closer you get to something

The tougher it is to see it

And I'll never take it for granted



Let's go



Hitodasuke wo gizen to

Yobu yatsura mo iru keredo

Shinjiru no mo utagau no mo

Hito sorezore dakara



Tatoe kari ni sore ga

Gizen de atta to shitemo

Dareka wo sukueta nara

Sorya mushiro nani yori mo riaru



Oitsudzuketekita yume

Akiramezu ni susume yo nante

Kirei koto wo ieru hodo

Nani mo dekichainai kedo



Hitonigiri no yuuki wo mune ni

Ashita wo ikinuku tame ni

And I'll never take it for granted



Let's go




bagi yang penasaran versi Indonya,saya punya videonya :


Semoga Bermanfaat untuk anda semua :D :)
Jangan lupa comment y ..

Senin, 27 Februari 2012

Membuat “Jubah Siluman”, Mungkinkah?


Alkisah, sebuah legenda Jepang bercerita tentang seorang pemuda yang memiliki mantel ajaib yang dapat membuatnya menghilang tak terlihat. Dengan jubah silumannya, pemuda itu mencuri makanan yang dijual para pedagang dan membuat suasana pasar panik karena orang-orang mengira mereka telah melihat hantu. Namun, muslihat itu tak berlangsung lama. Ketika hujan mulai turun, air yang merembes membuat mantel ajaib itu perlahan-lahan “luntur” sehingga jati diri si pemuda tamak tersebutpun ketahuan.
Kisah “siluman” seperti ini memang tak asing lagi dalam berbagai dongeng. Ide “menghilang” yang diusung selalu terkesan sihir dan bernuansa mistis. Kaum intelektual tentu saja menganggap gagasan “jubah siluman” ini tak lebih dari omong kosong belaka.  Konsep invisible sudah jelas melanggar hukum fisika optik.
Namun siapa sangka, kini “jubah siluman” dapat dijelaskan dengan rasional. Rahasianya adalah penemuan“Metamateri”. Penemuan ini mendorong para ilmuwan merevisi kembali buku fisika optik para pendahulu mereka. Riset besar-besaran dilakukan di laboratorium, milyaran dolar dikucurkan, dan perhatian mediapun turut tersedot. Harapan mulai timbul, Apakah mungkin “siluman” dapat diciptakan lewat fisika?
Fenomena Siluman Ribuan Tahun
Gagasan “Siluman” tak kasat mata merupakan ide yang sudah sangat tua. Bahkan sudah ada sejak awal peradaban. Dalam legenda Yunani kuno, Perseus dapat mengalahkan membunuh pasukan roh jahat pimpinan Medusa setelah mengenakan helm yang dapat membuatnya tampil tak kasat mata. Ide ini bahkan masih disukai hingga sekarang, kaum militer mendambakannya karena mereka ingin menyusup kedaerah musuh tanpa terlihat.
“Siluman” tak hanya hadir dalam dongeng, tetapi juga filsafat. Dalam kisah “Cincin Gyges”, Plato bercerita tentang seorang gembala miskin yang jujur dari desa Gyges menemukan cincin dalam sebuah gua. Ketika mengenakannya, ia langsung memperoleh kesaktian untuk tampil invisible. Tak butuh waktu lama, gembala miskin yang terpengaruh kekuatan cincin ini menyelinap keistana dan membunuh sang Raja. Pelajaran moral yang ingin diberikan Plato adalah, manusia tidak akan tahan dengan godaan kekuasaan. Dan legenda inilah yang menginspirasi Tolkien menulis Trilogi The Lords of the Ring yang terkenal.
Selama berabad-abad, kesaktian “siluman” telah mewarnai berbagai cerita. Mulai dari roh jahat tak kasat mata dalam hikayat kuno, cincin yang dapat membuat pemakainya menghilang dalam kisah The Lord of the Rings, pelindung sihir yang membuat Harry Potter dapat menembus markas musuhnya dengan leluasa hingga mobil futuristik tak kasat mata dalam Film Animasi Megamind .
Menguak Rahasia Cahaya
Apa kata fisika tentang siluman? Mungkinkah fenomena ini dapat diciptakan dengan pendekatan science? Walaupun identik dengan cerita horor, prinsip invisible sebenarnya sangatlah sederhana.
Sebelum mengubah mahkluk lain menjadi tak kasat mata, mari kita lihat beberapa jenis benda yang memang terlihat invisible, atau dalam bahasa optiknya benda bening. Sifatnya meneruskan seluruh cahaya yang diterimanya sehingga terlihat “tembus pandang”. Benda-benda seperti ini ada disekitar kita. Udara dan air adalah salah satu contohnya.
Jadi, bila “siluman” hanya merupakan salah satu dari fenomena optik, maka langkah paling awal untuk menciptakannya adalah dengan mengenal rahasia cahaya. Sebelum jauh-jauh menyelidiki asal usul siluman, apakah anda tahu, apa yang dimaksud dengan cahaya?
Asal tahu saja, misteri cahaya telah menjadi perdebatan panjang selama berabad-abad. Bahkan seumur hidupnya, ilmuwan besar Newton dan Robert Hooke bertengkar hebat gara-gara hal ini. Dibutuhkan waktu hampir 200 tahun untuk menguak rahasia cahaya. Adalah James Clerk Maxwell yang berhasil melakukannya setelah mengotak-atik eksperimen Faraday tentang medan magnet.
Tersingkapnya jati diri cahaya sebagai gelombang elektromagnet membuka gerbang baru bagi ilmuwan untuk memahami benda transparan. Pada dasarnya, benda-benda padat memiliki kerapatan molekul sangat tinggi sehingga sulit meloloskan cahaya. Sementara benda cair yang lebih renggang jarak antar molekulnya, seperti air dan alkohol akan lebih mudah “tembus pandang”. Wujud gas yang molekul-molekulnya terpisah jauh membuatnya tidak kasat mata karena berhasil meloloskan semua cahaya.
 Namun, bukan berarti tak ada harapan bagi benda padat untuk menjadi “siluman”. Rahasia siluman adalah manipulasi cahaya. Cahaya masih dapat lolos dari benda padat yang rapat asalkan atom-atomnya tersusun sedemikian rupa. Kristal dan kaca adalah contohnya. Dalam pembuatan benda seperti ini, suhu di naikkan drastis dalam tekanan tinggi, lalu didinginkan perlahan-lahan sehingga susunan atom-atomnya berubah. Artinya, kunci dari manipulasi cahaya terletak pada level atom.
Antara Siluman Dan Teknologi Nano
Jika benda bening seperti kaca dapat meneruskan seluruh cahaya, dapatkah kita memanipulasi zat lain sedemikian rupa sehingga ia dapat membuat benda yang dibungkusnya juga tembus pandang? Bagaimana logika untuk merancang sebuah jubah Harry Potter yang dapat melindungi pemakainya agar tak terlihat? Inilah perjalanan panjang para ilmuwan untuk merancang zat “siluman” yang diberi nama “metamateri”
Salah satu gagasan untuk melahirkan metamateri adalah dengan cara meminjam teknik Photolithography dalam teknologi semikonduktor. Para insinyur telah lama menanam  sirkuit yang berisi ratusan juta transistor dalam lapisan silikon mini seukuran ibu jari dengan teknik ini. Sirkuit tercanggih yang sanggup dibuat manusia hingga saat ini dapat merekayasan jarak hingga sedekat 30 nm, atau 150 buah atom panjangnya. Karena itu, nyata sekali kunci dariinvisibility adalah teknologi nano, sebuah teknologi terbaru yang memungkinkan kita untuk merekayasa susunan atom.
Siluman Dalam Laboratorium
Pada tahun 2007, untuk pertama kalinya para ilmuwan Jerman dan AS, berhasil menciptakan sosok invisible khusus untuk cahaya merah yang memiliki panjang gelombang hingga 780m. Mereka menggunakan kaca yang dilapisi perak super tipis, magnesium fluoride, dan satu lagi lapisan perak sehingga membentuk “sandwich” magnesium fluoride yang hanya setebal 100nm. Kemudian, mereka melubanginya, sehingga 3 lapis sandwich itu membentuk semacam jaring net dengan lubang-lubang selebar 100nm, jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya merah.
Naoki Kawakami dari University of Tokyo menemukan cara lain untuk menyulap seseorang tampil laksana roh halus, yaitu dengan bantuan teknologi hologram. Dengan menempatkan kamera di belakang seseorang, lalu merefleksikan gambarnya dibagian depannya dengan bantuan proyektor akan menimbulkan kesan seolah-olah ia seorang manusia”tembus pandang”. Prosesnya tergolong kamuflase optik. Namun dengan teknik ini ia telah menciptakan model “jubah siluman” , walaupun belum sempurna karena sifatnya masih dua dimensi. Versi 3D-nya masih dalam tahap perancangan karena butuh teknologi tinggi untuk memanipulasi sinar laser untuk menghasilkan hologram disekeliling benda.
Masa Depan “Siluman”
Melihat begitu gencarnya penelitian yang dilakukan, para ilmuwan begitu optimis dapat membuat sebuah jubah siluman hanya dalam hitungan tahun. Tahap pertama akan dibuat untuk benda dua dimensi, selanjutnya kemampuannya ditingkatkan untuk membiaskan cahaya pada benda 3 dimensi. Setelah itu akan dicari cara agar benda dapat disembunyikan bukan hanya terhadap cahaya frekuensi tertentu, tetapi beberapa warna sekaligus. Untuk itu, “jubah siluman’ ini dapat dibuat berlapis-lapis, dimana tiap lapisannya memanipulasi satu macam warna.
Aplikasi teknologi ini sangat menjanjikan. Menurut Dr.Soukolis, dari Univeristy of Iowa, penemuan ini dapat diterapkan untuk membuat lensa beresolusi super, yang bahkan sanggup “memotret” molekul DNA dan bagian dalam sel manusia!. Pengembangan selanjutnya, teknologi ini akan memasuki area photonic chrystals yaitu perancangan komputer berbasis cahaya. Kedepannya, komputer optik ini akan menggeser komputer silikon dimasa kini karena dapat menyimpan informasi jutaan kali lebih banyak, tanpa perlu mengkhawatirkan processor yang panas. Wah, kita lihat saja bagaimana kelak “siluman“ buatan fisika ini mengubah peradaban manusia?



sumber : www.yohanessurya.com

Senin, 20 Februari 2012

Besaran Pokok dan Turunan

Besaran Pokok adalah besaran yang telah didefinisikan terlebih dahulu.
Jika besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.

Sabtu, 12 November 2011

Besaran Dan Satuan

2.1 Besaran dan Satuan
Pola-pola (rumus-rumus) matematika yang diburu oleh para fisikawan sebagai model bagi keteraturan alam menghubungkan satu besaran fisika dengan besaran fisika yang lain. Pola-pola matematika yang dimaksud biasanya berupa persamaan-persamaan. Oleh karena itu besaran-besaran fisis memainkan peran yang sangat penting dalam ilmu fisika. Besaran adalah sesuatu yang diukur. Jadi, besaran erat kaitannya dengan pengukuran. Sedang pengukuran besaran-besaran fisika merupakan bagian terpenting dalam ilmu fisika. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan.
Contoh sederhana, misalkan anda ingin menentukan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk mendidihkan air. Tentu saja, anda harus melakukan pengukuran jumlah air yang akan dididihkan. Jadi, anda harus mengukur massa air. Demikian pula pada saat anda ingin menentukan laju rata-rata kendaraan yang sedang melintas di jalan raya, anda mungkin harus melakukan pengukuran jarak dan pengukuran waktu, yakni jarak yang ditempuh oleh kendaran itu dan selang waktu untuk menempuh jarak tersebut. Dan lain sebagainya.
B. Ketentuan menulis satuan :
  1. Bila satuan ditulis lengkap, maka selalu dimulai dengan huruf kecil. 
Contoh : newton, liter, meter, joule dll.
  1. Singkatan untuk satuan yang berasal dari nama seseorang dimulai dengan huruf besar.
Contoh : N untuk newton, J untuk joule, dll. 
eberapa besaran amat terkait dengan keseharian kita. Besaran panjang misalnya, terkait erat dengan seberapa banyak kain yang kita butuhkan untuk seragam sekolah kita. Be-saran waktu, misalnya, terkait dengan seberapa lama kita sebaiknya tidur siang. Besaran massa muncul dalam keseharian kita di pasar, berapa banyak rambutan yang akan kita beli?
Nilai suatu besaran fisika biasanya di-ungkapkan sebagai hasilkali antara suatu nilai numerik dengan satuan. Satuan adalah suatu be-
saran fisika khusus yang telah didefinisikan dan disepakati untuk dibandingkan dengan besaran lain dari jenis yang sama dalam berbagai pengukuran.

  1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Menurut cara menentukan satuannya, tedapat dua jenis besaran, yakni besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. Misalnya besaran panjang, waktu dan massa. Ini merupakan beasaran-besaran yang penting dalam mekanika. Besaran turunan
adalah besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Satuan besaran turunan tergantung pada satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas, volume, massa jenis, dan laju. Volume sebuah kubus yang memiliki rusuk 0,1 meter (misalnya) adalah 0,1 meter × 0,1 meter × 0,1 meter = 0,001 meter3.Massa jenis dipahami sebagai massa persatuan volume. Bila balok di atas terbuat dari suatu bahan tertentu sehingga massanya 0,5 kg, maka massa jenis bahan balok itu adalah (0,5 kg)/(0,001 m3) = 500 kg/m3. Laju sebuah kendaraan disepakati sebagai jarak yang ditempuh oleh kendaraan itu selama satu satuan waktu. Bila spedometer kendaraan yang anda naiki menunjukkan angka 60 km/jam terus menerus selama 15 menit, maka selama itu anda menempuh jarak 15 kilometer. Angka 60 km/jam yang menunjukan laju kendaraan anda didapatkan dari 15 km dibagi dengan 15 menit = ¼ jam.
Tabel 2.1 Tujuh besaran pokok yang lazim dikenal dalam ilmu fisika 
No
Besaran pokok
Satuan
Singkatan
1
2
3
4
5
6
7
Panjang 
Massa
Waktu
Kuat arus listrik
Suhu
Intensitas cahaya
Jumlah zat
meter 
kilogram
detik
ampere
kelvin
kandela
mole
m
kg
s
A
K
cd
mol
Dalam konferensi ke-IV pada tahun 1971 mengenai masalah ukuran dan timbangan, telah ditetapkan tujuh besaran pokok dan dua besaran tambahan. Ketujuh besaran pokok tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1. Dua besaran tambahan yang dimaksud adalah sudut datar dengan satuan radian (rad)
dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr). Sementara itu, contoh beberapa besaran turunan dengan satuan sistem internasionalnya dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Contoh besaran turunan
No
Besaran
Satuan
Singkatan
1
2
3
4
5
Gaya 
Usaha
Tekanan
Massa jenis
Luas
newton 
joule
pascal
kg/m3
m2
N(kg.m.s-2)
J(kg.m2.s-2)
P(kg.m-1.s-2)
kg /m3
m2
Tabel 2.3 Faktor pengali dan nama awalannya
  1. Sistem Internasional
Salah satu pekerjaan seorang ilmuwan dalam proses ilmiah adalah mengkomuni-kasikan atau melaporkan hasil-hasil pengamatannya kepada masyarakat khususnya masyarakat ilmiah. Bila seseorang memberitahukan hasil-hasil pengukurannya kepada masyarakat ilmiah maka ia harus memenuhi aturan atau format-format tertentu yang telah disepakati. Sesuatu yang telah disepakati ini disebut standar. Anda akan bingung bila tiba-tiba datang kepada anda seorang asing (mungkin makhluk yang berasal dari luar tata surya kita) dan mengatakan bahwa ia datang dari suatu tempat yang jaraknya 100 “milita” dari tempat anda berada. Apa itu “milita”? Yang jelas “milita” adalah satuan panjang. Tetapi berapa satu milita? Berbeda halnya kalau orang asing itu mengatakan bahwa ia datang dari suatu tempat yang jauhnya 50 kilometer dari tempat anda berada. Mengapa? Betul, karena kita telah paham berapa satu kilometer itu.
Besaran pokok maupun besaran turunan dapat diukur dengan menggunakan satuan yang telah baku maupun satuan yang belum baku. Penggunaan berbagai satuan tersebut tentu akan menimbulkan berbagai masalah. Untuk mengatasi hal ini, di Perancis pada tahun 1790 telah didefinisikan dan disepakati suatu standar sistem satuan yang berlaku secara menyeluruh di Eropa saat itu dengan mendefinisikan standar panjang dalam meter. Sistem ini dikenal dengan sistem metrik dan merupakan sistem alternatif selain sistem Inggris yang juga berlaku pada saat itu terutama di Inggris. Meskipun sistem metrik ini sudah digunakan untuk jangka waktu yang lama secara internasional, namun penggunaan istilah Sistem Internasonal (SI) baru dimulai sejak tahun 1970. Sistem internasional ini diturunkan dari sistem metrik sehingga sistem ini lebih populer dengan nama sistem metrik. Pembuatan sistem yang seragam secara internasional bertujuan agar memperoleh keseragaman dalam pengukuran sehingga dapat dipakai di seluruh dunia. Jadi, bukan berarti Sistem Internasional ini merupakan sistem yang terbaik.
Sistem internasional diturunkan atas dasar bilangan kelipatan 10 atau sistem desimal agar sesuai dengan dasar bilangan yang digunakan di seluruh dunia. Sistem internasional ini juga mudah diterapkan karena sesuai dengan jumlah jari tangan manusia sehingga dalam pengajaran dapat digunakan alat-alat peraga yang sederhana terutama untuk menerangkan tangga/jenjang konversi.
Untuk menyatakan hasil pengukuran yang bernilai sangat besar maupun sangat kecil dalam sistem internasional, dapat dilakukan dengan menambahkan awalan pada sistem besaran pokoknya. Beberapa awalan yang digunakan dalam sistem internasional dapat dilihat pada Tabel. 2.3.
Sekarang hendak dibicarakan satu persatu standar untuk masing-masing besaran pokok tersebut.
Standar panjang.Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sistem metrik sudah dicetuskan sejak tahun 1790 oleh Lembaga Nasional Perancis. Dalam sistem ini, besaran panjang mempunyai satuan meter, yang pada awalnya didefinisikan sebagai sepersepulluh juta (10-7) jarak di permukaan Bumi antara kutub Utara ke Khatulistiwa dengan melewati kota Paris di Perancis. Satuan ini ditetapkan secara hukum pada tahun 1799. kemudian, satu meter didefinisikan sebagai jarak antara dua buah goresan pada meter standar yang terbuat dari bahan campuran platina dan iridium pada suhu 0o C. Standar Lembaga Berat dan Pengukuran Internasional di kota Sèvres, yaitu sebuah kota kecil yang terletak di dekat kota Paris.
Standar meter ini tidak digunakan lagi sejak tahun 1960 dengan berbagai alasan, salah satunya adalah ketelitian lagi untuk digunakan dalam menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat itu. Di samping itu, para ahli juga menyadari bahw penggunaan meter standar yang terbuat dari paduan platina-iridium ini kurang praktis dan mengalami pemuaian, walauun sangt kecil sekali, sehingga mereka menginginkan suatu meter standar yang dapat digunakan setiap saat.
Dalam konferensi yang membahas masalah berat dan ukuran tahun 1960, disepakati suatu pendefinisian baru mengenai suatu besaran panjang. Pada pertemuan tersebut ditetapkan bahwa satu meter adalah panjang yang nilainya sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar merah-jingga dalam ruang hampa yang dipancarkan oleh atom-atom gas kripton-86. Mengapa digunakan gas kripton-86? Dibandingkan dengan zat lainnya, kripton-86 mampu menghasilkan garis-garis interferensi yang tajam dan jelas. Tetapi pada tahun 1983, definisi satu meter diubah lagi menjadi jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa dalam selang waktu 1/299.792.458 detik. Definisi terakhir ini terasa lebih mengesan.
Dalam keseharian, pengukuran panjang, lebar, tinggi dan kedalaman tidak dilakukan dengan cara membandingkan langsung benda yang akan diukur dengan standar meter, melainkan dengan menggunakan alat pembanding, yaitu alat ukur yang sudah ditera sedemikian rupa sehingga satu meter yang ditunjukkan oleh alat ukur itu betul-betul satu meter sesuai standar. Pada alat ukur akan dijumpai skala ukuran yang menunjukkan satuan panjang dan merupakan bagian dari meter, misalnya milimeter atau centimeter. Berdasarkan skala ini panjang suatu benda yang sedang diukur dapat ditentukan dan terbaca.
Standar massa.Untuk mengukur massa suatu benda dibutuhkan pula acuan yang jelas. Untuk itu telah didefinisikan standar massa yang disebut kilogram (kg). Satu kilogram adalah massa silinder campuran (alloy) platina-iridium yang mempunyai diameter dan tinggi yang sama, sebesar 39 mm yang disimpan di Lembaga Berat dan Pengukuran Internasional di kota Sèvres. Standar massa kilogram ini telah ditetapkan sejak tahun 1901 dan tidak berubah sampai sekarang. Hal ini disebabkan bahan pembuat standar massa merupakan paduan yang sangat stabil, yakni campuran (alloy) platina-iridium Dalam penerapannya, beberapa negara mem-buat tiruan atau duplikat standar massa terse-
but. Standar massa duplikat inilah yang digunakan sebagai standar massa di masing-masing negara-negara tersebut.
Standar waktu.Standar wktu yang masih digunakan sampai saat ini adalah sekon (detik). Seperti halnya standar panjang, standar waktu secara internasional ini juga mengalami perubahan. Pada awalnya satu detik didefinisikan sebagai (1/60)(1/60)(1/24) hari matahari rata-rata. Jadi, satu detik adalah 1/86400 hari matahari rata-rata. Kemudian, para ahli menyadari bahwa hari matahari rata-rata berubah dari tahun ke tahun sehingga tidak cocok lagi dijadikan sebuah standar. Pada tahun 1967, dengan menggunakan jam atom, yaitu alat yang bekerja berdasarkan getaran suatu atom tertentu, telah didefinisikan standar waktu yang baru.
Dengan menggunakan jam atom, satu sekon adalah waktu 9,192,631,770 kali periode gelombang elektromagnetik (radiasi) yang dipancarkan karena transisi antara dua aras hiperhalus pada keadaan dasar atom Caesium-133. Dalam kehidupan sehari-hari, selain detik digunakan pula satuan yang lain seperti menit, jam, dan hari. Satuan ini merupakan kelipatan dari satuan yang lainnya, contohnya satu menit = 60 sekon, 1 jam = 60 menit, dan 1 hari = 24 jam. Untuk satuan hari dan tahun perlu kehati-hatian mengingat satuan-satuan ter-
sebut terkait dengan gerak bumi dalam sistem tata surya kita. Satuan hari dan tahun tergantung dari planet tempat pengamatan dilakukan (lihat Bab 4).
Standar kuat arus.Berdasarkan kesepakatan internasional, sebagai standar kuat arus listrik ditetapkan ampere (A). Satu ampere didefinisikan sebagai besar kuat arus yang bila dialirkan pada masing-masing kawat dari dua kawat sejajar berdiameter amat sangat kecil yang panjangnya tak terhingga dan terpisah oleh jarak 1 meter dalam ruang hampa, akan menimbulkan gaya sebesar 2 x 10-7 newton di antara kedua kawat itu untuk setiap meter panjang kawat.
Standar suhu. Berdasarkan kesepatakan internasional pula, sebagai standar suhu ditetapkan derajat kelvin (K). Sebelum derajat kelvin ini, sebagai standar suhu orang menggunakan derajat celcius yang menetapkan titik beku air 0oC dan titik didih air 100oC pada tekanan 1 atmosfer. Derajat Kelvin juga menggunakan acuan yang sama yaitu titik beku air dan titik didih air. Pada skala kelvin, titik beku air pada tekanan atmoster ditetapkan 273,15 K, dan titik didih air 373,15 K.
Standar intensitas cahaya. Standar intensitas cahaya juga mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, sebagai standar intensitas cahaya orang menggunakan lilin, kemudian diganti dengan kandela, berdasarkan pada radiasi benda hitam sempurna saat mencapai titik lebur platina. Kemudian, secara internasional kembali diberikan definisi baru mengenai standar intensitas cahaya. Satu candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya monokromatik atau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu sumber pada frekuensi tertentu (540 terrahertz atau 5,4.1014 hertz) dengan intensitas radiasi sebesar 1,46.10-3 W/sr dalam arah pancaran tersebut.
Standar jumlah zat. Untuk standar jumlah zat, secara internasional ditetapkan sebagai mol (mole). Satu mol suatu zat terdiri dari 6,022 x 1023 buah partikel yang nilainya sama dengan bilangan Avogadro.
Tabel 2.7 berikut merangkum uraian tentang standar untuk masing-masing besaran di atas.
Tabel 2.7 Standar Besaran-Besaran Pokok
Besaran
Satuan
Simbol
Definisi
PanjangmetermSatu meter adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa selama interval waktu 1/299.792.458 detik
MassakilogramkgSatu kilogram sama dengan massa sebuah silinder pejal yang terbuat dari campuran platina-iridium yang disimpan di the International Bureau of Weights and Measures di Sèvres, Perancis.
WaktudetikdtSatu detik adalah 9,192,631,770 kali periode radiasi (gelombang elektromagne-tik) yang dipancarkan karena transisi anta-ra dua aras hiperhalus pada keadaan dasar atom Caesium-133.
Arus listrikampereASatu ampere didefinisikan sebagai besar kuat arus yang bila dialirkan pada masing-masing kawat dari dua kawat sejajar berdiameter amat sangat kecil yang panjangnya tak terhingga dan terpisah oleh jarak 1 meter dalam ruang hampa, akan menimbulkan gaya sebesar 2 x 10-7newton di antara kedua kawat itu untuk setiap meter panjang kawat.
Suhu TermodinamiskelvinKTitik beku air pada tekanan atmoster ditetapkan 273,15 K, dan titik didih air 373,15 K.
Jumlah zatmolemolSatu mol suatu zat terdiri dari 6,022 x 1023 buah partikel yang nilainya sama dengan bilangan Avogadro.
Intensitas cahayacandelacdSatu candela didefinisikan sebagai intensi-tas cahaya monokromatik atau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu sumber pada frekuensi tertentu (540 terrahertz atau 5,4.1014 hertz) dengan intensitas radiasi sebesar 1,46.10-3W/sr dalam arah pancaran tersebut.
  1. Besaran Ekstensif dan Intensif
Suatu besaran disebut besaran ekstensif jika besar atau magnitudenya bersifat aditif yakni dijumlahkan dari bagian-bagiannya. Sebagai contoh adalah besaran massa dan volume. Jika tersedia seonggok daging yang massanya 1 kg dan sepotong gula merah 0,5 kg, maka secara keseluruhan massa daging dan sepotong gula merah itu adalah 1,5 kg, yakni merupakan jumlahan dari massa daging dan massa gula.
Suatu besaran disebut besaran intensif bila besarnya tidak tergantung dari penambahan subsistem. Sebagai contoh adalah besaran massa jenis. Dua potong kayu masing-masing memiliki massa jenis 0,9 kg/m3. Bila kayu itu kemudian disambung, maka massa jenisnya tidak berubah, yakni tetap 0,9 kg/m3. Jadi, massa jenisnya tidak manjadi duakali massa jenis masing-masing potongan. Contoh lain adalah tekanan dan temperatur.
Tabel 2.8 Konversi satuan panjang
1 mil = 1609 m = 1,609 km
1 kaki = 0,3048 m = 30,48 cm
1 m = 39,37 inci = 3,281 kaki
1 inci = 0,025 m := 2,54 cm
SUMBER : http://ipasmp2bbs.wordpress.com